Rabu, 02 April 2014

Bertahan seSETIA apapun jika terus dipukul cobaan bertubi akan Roboh juga


Saat aku memutuskan untuk memilih setia disaat hubungan sudah mulai renggang dan komunikasipun jarang terjalin dalam hubungan hati ku teruji begitu kuat. Menegarkan hati disaat aku berusaha untuk mempertahankan hubungan ini sendiri sedang dia seperti memungkiri jika hubungan ini akan mampu bertahan. Begitu lelah hati ini memperjuangkan hal yang seharusnya diperjuangkan bersama tapi justru seorang diri. Karena aku berkeyakinan hubungan ini masih mampu diperbaiki. Meski sadar ku lelah aku tetap bersikeras untuk berdiri dan membangun kembali hubungan yang hampir roboh ini. Ya mungkin aku terlihat bodoh memang. Entah aku terlalu cinta atau aku teringat akan perjuangan kami membangun hubungan ini. Meski dia kini entah masih memperdulikan hubungan ini atau tidak. Banyak memang cinta yang menghampiri memberi uluran tangan namun hati ini masih menutup diri untuk yang lain karna masih terikat cinta yang lama. Berbulan bulan aku mencoba setia dan terus setia tanpa memperdulikan bahwa hatiku merasa tersakiti. Seharusnya jika jarak yang menjadi hubungan berantakan mengapa tak dari awal cinta kita dihindari untuk menyatukan hati tapi justru kita bersikeras untuk menyatukan dan menganggap jarak ini justru melatih kesetian dan kita lebih mampu menghargai waktu. Tapi apa yang terjadi kini, jarak seakan menjadi musuh yang menghalangi kita. Jarakpun kembali tak berpihak pada hubungan ini lagi. Memang benar 15% yang namanya “jauh dimata dekat dihati” dan yang 95% nya “dekat dimata dekat dihati”.
Mungkin aku berharap suatu nanti perjuangan ini akan kau sadari dan melihat lagi ada aku disini yang menanti. Ya ternyata memang benar dikemudian hari kau sadar dan mempertahankanku untuk tetap menjadi kekasih hatimu. Hubungan berjalan lancar dan kembali mengukir cerita yang indah dan melukis senyuman meski kita tak mampu saling berpandangan. Aku semakin percaya jika kamu benar pilihan hati. Akan kupertahankan kau begitu katamu. Aku genggam dan kusimpan dalam hati penrnyataanmu ini tanpa kusadari apakah suatu nanti akan tetap begini atau hanya saat ini.
Dan kinipun cerita hanya sebatas cerita dan kenangan pun hanya tinggal kenangan saja. Entah seperti apa tepatnya hati ini yang jelas seperti gelas terjatuh dan berhamburan yang mungkin akan sulit bahkan tak mungkin lagi untuk disatukan

0 komentar: