Senin, 14 April 2014

Sebatas harapan tanpa kepastian


Sampai kapan wanita akan terus di kodratkan untuk menahan menahan memendam dan terus diam dalam perasaan yang dalam tanpa memberi kesempatan dirinya sendiri untuk mengungkapkan
Namun sang pria terus menerus menahan lebih lama untuk sebuah kejelasan dan kepastian sebuah hubungan tanpa tau wanita sesungguhnya paling tak suka untuk menunggu dan digantungkan
Sebenarnya persepsi ini tak begitu benar, tak selamanya wanita harus diam memendam, wanita juga bisa untuk mengungkapkan perasaanya tak hanya terus menunggu kepastian dari si pria
Ya mungkin memang bila wanita yang memulai terkesan tak enak malu dan apapun itu tapi sebenarnya tak ada yang salah jika sudah berbicara tentang hati
Karena pun tak ada yang tau esok akan seperti apa, kita akan cinta pada siapa. Cinta bukan direncanakan tapi dia datang tiba-tiba disaat ada kesempatan yang membuat hati terpesona
Tapi untukku sendiri pun tak berani ungkap hati pada yang disukai dan lebih memilih memendam
Inilah wanita, hanya berharap sang pria segera memberi kepastian dan kejelasan dalam hubungan yang  sudah terjalin dekat lebih dekat dari teman
Maunya begitu tapi terkadang tidak bahkan seperti sadiwara saja dan berahir harapan palsu
Harapan palsu ini begitu menyakitkan saat sudah menaruh hati, sakit merasa dipermainkan tentu saja
Begitu menyedihkan saat diberikan harapan namun tak kunjung diberi kepastian

Rabu, 02 April 2014

Cinta Semu Berujung Penyesalan

Taukah kamu hatiku begitu menyesal atas cinta semu atas cintamu yang lalu
Saat aku sadar ternyata aku membutuhkanmu penyesalan ini menghampiri
Menggerogoti puing-puing hatiku hingga penyesalan menghampiri setiap harinya
Kesadaran datang saat penyesalan dihadapkan
Iya aku menyesal menyiakanmu
Menyiakan s’gala cinta, kesabaran dan kasih sayangmu
Aku menyesal sungguh hatiku berteriak bodohnya aku menyiakan ketulusanmu
Saat aku ingin membuka hati kembali saat mungkin ada kesempatan kukira aku dan kamu akan kembali menjadi kita
Ternyata aku salah aku tetap aku dan kamu tetap kamu tak lagi menjadi kita
Dan juga ternyata kamu tlah milik dia yang mungkin jauh lebih baik dariku
Namun rasa penyesalan ini tak lekas pergi meski kau tlah bahagia denganya dan rasa bersalah ini sedikit berkurang
Tak puas hati ini terus dalam penyesalan
Mungkin benar cinta butuh waktu termasuk dulu aku sedikit butuh waktu lebih untuk mencintaimu dengan nyata
Tapi meintamu untuk menunggu semua menjadi nyata juga bukan hak ku
Tapi justru aku memutuskan
Mungkin karena emosi semata karna kau slalu memojokanku dengan sgala tuduhmu tanpa kau tau aku diam-diam terus mencoba mencintaimu dengan nyata
Saat cinta itu tlah menjadi nyata ternyata kau sudah pergi jauh tak dihatiku lagi
Mungkin memang aku salah terlalu lama membuatmu menunggu
Tapi inilah aku tak ingin membohongimu atas cinta semuku
Jika nanti ada kesempatan takdir memihak untuk menjadi kita lagi
Aku berusaha dan terus menjaga dan tak kan kusiakan lagi cintamu itu
Aku hanya membiarkan waktu berjalan tanpa kamu disisiku karena kusadar ini semua salahku
Entah kamu masih mengharapku atau tidak biarlah hari esok menjawabnya
Tetaplah berbahagia dengan pilihanmu kini dan akupun  mempertanggungjawabkan penyesalanku
Jujur aku merindukanmu, merindukan sgala perhatianmu

Bertahan seSETIA apapun jika terus dipukul cobaan bertubi akan Roboh juga


Saat aku memutuskan untuk memilih setia disaat hubungan sudah mulai renggang dan komunikasipun jarang terjalin dalam hubungan hati ku teruji begitu kuat. Menegarkan hati disaat aku berusaha untuk mempertahankan hubungan ini sendiri sedang dia seperti memungkiri jika hubungan ini akan mampu bertahan. Begitu lelah hati ini memperjuangkan hal yang seharusnya diperjuangkan bersama tapi justru seorang diri. Karena aku berkeyakinan hubungan ini masih mampu diperbaiki. Meski sadar ku lelah aku tetap bersikeras untuk berdiri dan membangun kembali hubungan yang hampir roboh ini. Ya mungkin aku terlihat bodoh memang. Entah aku terlalu cinta atau aku teringat akan perjuangan kami membangun hubungan ini. Meski dia kini entah masih memperdulikan hubungan ini atau tidak. Banyak memang cinta yang menghampiri memberi uluran tangan namun hati ini masih menutup diri untuk yang lain karna masih terikat cinta yang lama. Berbulan bulan aku mencoba setia dan terus setia tanpa memperdulikan bahwa hatiku merasa tersakiti. Seharusnya jika jarak yang menjadi hubungan berantakan mengapa tak dari awal cinta kita dihindari untuk menyatukan hati tapi justru kita bersikeras untuk menyatukan dan menganggap jarak ini justru melatih kesetian dan kita lebih mampu menghargai waktu. Tapi apa yang terjadi kini, jarak seakan menjadi musuh yang menghalangi kita. Jarakpun kembali tak berpihak pada hubungan ini lagi. Memang benar 15% yang namanya “jauh dimata dekat dihati” dan yang 95% nya “dekat dimata dekat dihati”.
Mungkin aku berharap suatu nanti perjuangan ini akan kau sadari dan melihat lagi ada aku disini yang menanti. Ya ternyata memang benar dikemudian hari kau sadar dan mempertahankanku untuk tetap menjadi kekasih hatimu. Hubungan berjalan lancar dan kembali mengukir cerita yang indah dan melukis senyuman meski kita tak mampu saling berpandangan. Aku semakin percaya jika kamu benar pilihan hati. Akan kupertahankan kau begitu katamu. Aku genggam dan kusimpan dalam hati penrnyataanmu ini tanpa kusadari apakah suatu nanti akan tetap begini atau hanya saat ini.
Dan kinipun cerita hanya sebatas cerita dan kenangan pun hanya tinggal kenangan saja. Entah seperti apa tepatnya hati ini yang jelas seperti gelas terjatuh dan berhamburan yang mungkin akan sulit bahkan tak mungkin lagi untuk disatukan